Senin, 03 Agustus 2009

"INABAH"

Firman-NYA :
"Dan kembalilah kalian kepada Rabb kalian dan berserah dirilah kepadaNYA."(az~zumar 54)
Inabah artinya :kembali kepada Allah Ta'ala dan menghadapkan motif motif hati-beserta daya tarik kepada-NYA. Inabah mencakup cinta dan takut.Orang inabah harus mencintai ZatNYA,tunduk kepada-NYA khusu kepadanya dan merendahkan diri kepada-NYA.
Inabah bertingkat-tingkat
~inabah kembalinya dari hal hal yang terlarang dan dosa,inabah ini asal muasalnya adalah ingat ancaman adanya ilmu,takut dan kehati~hatian.
~inabah,dengan mengerjakan aktifitas-aktifitas ibadah,Ia mengerjakannya dengan tekun dan Ia senang sekali bisa mengerjakan sekian banyak bentuk bentuk ibadah.Inabah ini sumbernya adalh harapan,ingat akan janji Allah,pahala dan mengharapkan kemuliaan dari Allah Ta'ala.
~Inabah,dengan merendahkan diri kepada-Nya,berdoa kepada Nya,merasa fakir kepada-Nya,dan senang sekali mengajukan seluruh kebutuhannya kepada-Nya.Inabah seperti ini bermuara dari pengakuannyaterhadap keutamaan Allah,karunia-NYA,kekayaan-NYA,kedermawanan-NYA,kekuasaan-NYA.kemudian orang tersebut meberikan seluruh kebutuhanya kepada Allah dan menambatkan seluruh harapannya kepada-NYA disertai dengan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan.Inabah khusus orang tersebut dari aspek tersebut.Dan harapan-NYA ketika mendapat bahaya dan musibah, ini adalah inabah terpaksa bukan inabah sukarela dan itu tidak jauh berbeda dengan orang-orang yang difirmankan Allah : " Dan apabila kalian ditimpa musibah dilautan, niscaya hilanglah apa yang kalian seru kecuali Dia."(Al-Isra 67)
mereka semua jiwanya masih berpaling dari Allah SWT, menghindar dari pada-NYA menuju tabiat diri yang sesungguhnya menjauhkan dirinya dari inabah kepada Rab-NYA.....yang sebenarnya.Ia menghadap kepada selain Allah.
- Inabah yang paling tinggi yang sesungguhnya ialah inabah secara total kepada ALlah, karena kecintaan tulus mereka yang membuat mereka tidak membutuhkan kekasih dan ilah yang lain.Jika keseluruhan dirinya telah berinabah kepada Allah maka tidak tersisa dari mereka anggota tubuh yang tidak berinabah kepada-NYA, karena pada dasarnya semua organ tubuh adalah rakyat bagi ruh dan bawahannya. Maka ketika ruh telah berinabah kepada Allah dengan benar, maka otomatis seluruh anggota tubuh ikut berinabah kepada-NYA.
- Hati berinabah kepada Allah Ta'ala dengan mencintai-NYA dan merendahkan diri kepada-NYA.
- Akal berinabah kepada Allah dengan patuh kepada perintah-perintah kekasihnya dan larangan-laranganNYA, menyerahkan dirinya kepada-NYA, dan berkonsultasi dengan-NYA bukan kepada yang lain hingga akhirnya akal tidak mempunyai pertentangan dengan-NYA.
- Jiwa berinabahkepada Allah dengan tunduk dan patuh, serta melepaskan diri darikebiasaan jiwa, akhlak tercela dan keinginan-keinginan yang kacau. Ia tunduk pada perintah kekasihnya, patuh kepada-NYA,berdakwah di jalan-NYA dan mengutamakannya dari yang lain hingga tidak ada lagi pertentangan syahwat terhadap perintah kekaihnya dan jiwa keluar dari pengaturan jiwa itu sendiri, kemudian menyerahkan pengurusan dirinya kepada pelindungnya dan ia Ridha dengan keputusan-NYA dan menerima hukum-NYA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar